Jakarta - Hubungan antara Muhammadiyah dengan Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus Presiden Terpilih Prabowo Subianto disebut berjalan dengan baik. Bahkan, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir sempat menemui Prabowo di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada Rabu (4/9) lalu. Lantas, apa isi pertemuan antara kedua tokoh tersebut?
"Pembicaraan Beliau berdua ini sangat terbatas. Tapi, intinya Pak Prabowo ingin mendapat masukan dari Pak Haedar tentang bagaimana kondisi Indonesia sekarang, bagaimana Indonesia di masa depan," ujar Sekum Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam program talkshow Info A1 kumparan, dikutip Minggu (15/9). "Dan apa yang bisa disampaikan oleh Pak Haedar untuk Pak Prabowo untuk memimpin Indonesia 5 tahun ke depan," lanjutnya.
Mu'ti menegaskan bahwa sedari awal Muhammadiyah memang mendukung pemerintahan yang sah. Tak hanya itu, ia menyebut bahwa sikap Muhammadiyah terhadap semua tokoh sama yakni loyal dan kritis tanpa pandang bulu. "Sebenarnya pernyataan resmi sudah disampaikan, Muhammadiyah mendukung pemerintahan yang sah. Sejak awal Muhammadiyah mendukung demokrasi dan demokratisasi," jelasnya.
"Sehingga, siapa yang terpilih secara sah untuk menjadi kepala negara, kepala daerah, dan jabatan-jabatan publik yang lain. Kemudian yang kedua, sikap Muhammadiyah kepada siapa pun akan sama, loyal dan kritis," imbuh dia. Mu'ti pun membeberkan sikap loyal dan kritis yang dilakukan Muhammadiyah terhadap semua tokoh. "Loyal itu adalah siapa pun pemerintahan yang sah akan kita dukung karena itu bagian dari konsekuensi kita berbangsa dan bernegara. Sepanjang pemerintah benar, kita akan dukung sesuai kemampuan dan menjadi bidang garap Muhammadiyah," bebernya.
"Kita juga akan bersikap kritis karena kita ini, kan, masyarakat sipil. Masyarakat sipil yang memiliki peran sebagai kelompok kontrol dalam beberapa hal. Tapi, dalam beberapa hal juga kita menjadi mitra strategis yang sesuai koor Muhammadiyah," tutur Mu'ti.