Martapura - Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, perhatian publik tertuju pada pandangan dan sikap organisasi-organisasi masyarakat yang memiliki pengaruh besar di daerah. Salah satunya adalah Muhammadiyah Kabupaten Banjar, di bawah kepemimpinan Bapak Hasbi Rivani. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Hasbi Rivani berbicara mengenai tantangan, harapan, dan peran penting Muhammadiyah dalam menjaga stabilitas serta kualitas demokrasi di Banjar. Pandangannya ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam menyikapi dinamika politik yang semakin intens menjelang pemilihan bupati mendatang. berikut hasil wawancara tim habarmu.com :
1. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam, bagaimana memandang politik demokrasi yang dijalankan hari ini?
Jawaban:
Politik sebagai sebuah ajang kontestasi perebutan kekuasaan sejatinya tetap memperhatikan norma dalam berpolitik dengan azas demokrasi, seperti harus memperhatikan aspirasi rakyat sebagai pemegang kedaulatan, karena sejatinya rakyatlah yang berdaulat dan partai politik adalah saluran kedaulatan rakyat. Kemudian politik bukan sekedar perebutan kekuasaan, namun bagaimana kekuasaan menjadikan kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat sebagai tujuan utama. Dan yang sangat penting dalam berpolitik adalah menjadikan agama sebagai pondasi dan prinsip dalam berpikir, bertindak dan bersikap serta dalam pengambilan keputusan, karena semuanya akan dipertanggungjawabkan kelak di yaumil hisab, dan politik demokrasi yang dijalankan hari ini, masih perlu perbaikan .
2. Bagaimana tanggapan Bapak selaku Ketua Muhammadiyah Banjar menyikapi Pilkada Kabupaten Banjar hari ini?
Jawaban:
Saya bersyukur di Kabupaten Banjar tidak terjadi peserta atau Calon Kepala Daerah melawan Kotak Kosong. Setidaknya rakyat diberikan pilihan lebih dari 1 dan silakan yang punya hak pilih untuk menentukan pilihan sesuai dengan pengetahuan dan hati nuraninya.
3. Apa pesan Bapak selaku Ketua Muhammadiyah kepada calon kepala daerah yang maju pada Pilkada 2024, khususnya pemilihan bupati ini?
Jawaban:
Untuk menarik hati pemilih, gunakanlah gagasan, ide dan program sebagai nilai jual. Gagasan dan program tersebut harus sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat kemudian realistis serta dapat dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan dan kebahagiaan sesuai tujuan politik kekuasaan. Jangan tawarkan apapun selain ide dan gagasan dalam mempengaruhi pilihan masyarakat. Terkait dengan pembangunan, ada 2 indikator makro yang perlu mendapat perhatian yaitu Indek Pembangunan Manusia dan Indeks Kebahagiaan; kemudian terkait dengan aparatur saya berpesan untuk fokus pada 2 indikator juga yaitu Indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Indeks Persepsi Korupsi/Indeks Persepsi Anti Korupsi. Jika nanti terpilih sebagai kepala Daerah, agar tidak hanya menggunakan indikator makro sebagai ukuran keberhasilan, namun kondisi riil masyarakat dilapangan perlu juga mendapat perhatian yang serius dan berkesinambungan, khususnya kemiskinan ekstrim.
4. Apa pesan Bapak selaku ketua Muhammadiyah kepada warga persyarikatan dalam menyikapi pilkada 2024 ini ?
Jawaban:
Ada 2 pesan yang ingin saya sampaikan, Pertama: Kepada AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) agar melakukan dialog dengan mengundang Calon Kepala daerah secara bergantian dengan peserta adalah warga persyarikatan dan boleh dari umum. Dialog ini berguna untuk mendengarkan langsung apa yang akan dilakukan Calon Kepala Daerah 5 tahun kedepan dan sekaligus momen warga persyarikatan menyampaikan kritik, saran, permasalahan dan harapan kepada calon pemimpinnya, sehingga pemilih betul betul tercerahkan dengan program yang ditawarkan; Kedua: kepada yang punya hak pilih, pilihlah calon yang betul-betul berorientasi pada kesejahteraan, kebaikan, keadilan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat dan untuk kemajuan daerah.
5. Bagaimana sikap Muhammadiyah dalam Pilkada kali ini?
Jawaban:
Muhammadiyah berharap Pilkada tahun ini disemua daerah dan provinsi khususnya di kalimantan selatan berjalan lancar, aman, sukses dengan menjalankan prinsip langsung, umum, bebas dan rahasia serta jujur dan adil. Dalam kontestasi pasti ada pemenang dan ada yang kalah, sehingga setiap peserta Pilkada harus siap menang dan siap kalah. Gunakanlah perangkat hukum dan aturan yang sudah dibuat oleh negara, jika salah satu peserta merasa dirugikan atau melihat ada kecurangan, jangan gunakan cara-cara yang dapat mengganggu keamananan dan ketertiban masyarakat. Suasana kondusif dan aman adalah harapan dan hak kami sebagai warga masyarakat.