Banjar, Habarmu.com — Dalam momentum Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah yang mengusung tema “Pemuda Negarawan: Totalitas untuk Indonesia Raya,” Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Banjar, Muhammad Fikri, menyampaikan pandangannya tentang makna tema tersebut dalam konteks kebangsaan dan keumatan Indonesia hari ini.
Dalam wawancara eksklusif bersama Habarmu.com, Fikri menegaskan bahwa tema milad tahun ini merupakan refleksi dari semangat sejarah panjang Pemuda Muhammadiyah sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang berakar dari nilai-nilai Islam Berkemajuan.
“Pemuda negarawan adalah sosok yang berpikir melampaui kepentingan golongan. Ia menempatkan Indonesia sebagai cita-cita besar, bukan sekadar proyek politik jangka pendek. Ini yang harus menjadi kesadaran kolektif generasi muda Muhammadiyah hari ini,” tegas Fikri.
Menurut Fikri, kata “totalitas” menjadi kunci. Di tengah tantangan bangsa seperti ketimpangan sosial, krisis kepemimpinan moral, dan polarisasi identitas, Pemuda Muhammadiyah diajak untuk hadir secara utuh—bukan hanya di panggung formal, tetapi juga di akar rumput, menyatu dengan denyut kehidupan rakyat.
“Indonesia hari ini membutuhkan anak-anak muda yang bukan hanya pintar bicara, tapi juga berani bertindak. Totalitas berarti siap bekerja dalam senyap, berkhidmat tanpa pamrih, dan tetap istiqamah membawa pesan kebaikan di ruang-ruang kebangsaan,” ujar Fikri.
Fikri menilai, dari sudut kebangsaan, Indonesia tengah berada dalam masa pencarian arah baru. Kemajuan teknologi dan globalisasi membawa dampak ganda: peluang besar sekaligus ancaman disorientasi nilai. Di sinilah, katanya, peran pemuda negarawan sangat strategis.
“Negara ini butuh penyeimbang. Pemuda Muhammadiyah harus mampu menjadi simpul pemersatu, menjembatani antara modernitas dan spiritualitas, antara nasionalisme dan keislaman.”
Dari sisi keumatan, Fikri mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk menjadi pelopor gerakan dakwah sosial yang membumi—tidak hanya berkutat pada teks, tapi juga aksi. Keumatan, menurutnya, bukan hanya soal ritual, tapi juga pembelaan terhadap hak-hak masyarakat lemah.
Menutup wawancara, Fikri menyatakan bahwa Milad ke-93 ini harus menjadi titik tolak konsolidasi gerakan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pendidikan, lingkungan, ekonomi kreatif, hingga advokasi hukum dan sosial.
“Kita harus hadir dengan wajah segar, progresif, dan solutif. Pemuda Muhammadiyah harus berani menggagas, menggerakkan, dan menjaga harapan rakyat,” pungkasnya.
Dengan semangat Milad ini, PDPM Banjar berkomitmen memperluas peran kader di ruang-ruang strategis, memperkuat gerakan literasi, serta mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang tangguh, jujur, dan amanah—untuk Indonesia Raya yang berkeadilan dan bermartabat.