Semangat kehadiran pada milad 100 tahun Muhammadiyah Alabio tidak hanya terlihat dari jumlah penggembira. Sosok Ramanda Muhaimin S.Ag dari Hizbul Wathan Kabupaten Banjar menarik perhatian karena memilih bersepeda dari Karang Intan menuju Alabio. Keputusan ini menunjukkan komitmen kuat dalam meramaikan peringatan bersejarah tersebut.
Dalam sejumlah video yang beredar Muhaimin menyampaikan bahwa perjalanannya menjadi bentuk girah dakwah. Ia mencontohkan semangat para tokoh terdahulu seperti AR Fahrudin dan Jenderal Sudirman yang selalu hadir dengan tenaga dan pengorbanan ketika memperjuangkan gerakan. Menurutnya meramaikan milad bukan sekadar hadir tetapi menghadirkan energi dakwah yang menguatkan warga persyarikatan.
Muhaimin menjalani perjalanan panjang dengan stelan outdoor dan hasduk Hizbul Wathan yang selalu ia kenakan. Usianya tidak lagi muda namun tekadnya tampak kuat. Ia menyampaikan bahwa langkah ini menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa gerakan kepanduan membutuhkan keteladanan nyata.
Semangat tersebut tidak muncul tiba tiba. Ia merupakan keturunan ayahandanya yang dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah asal Sumatera yang merantau ke Mandiangin untuk berdakwah di Kabupaten Banjar. Ayahnya juga aktif dalam Hizbul Wathan dan dikenal dengan nama Salahuddin Pencak. Jejak kepanduan inilah yang membentuk karakter Muhaimin hingga kini tetap konsisten menghidupkan nilai nilai perjuangan dalam gerakan Muhammadiyah.