Martapura, 22 Februari 2026. Sekolah Alam Muhammadiyah Martapura meluncurkan program Desa Inggris Almira atau DIA sebagai langkah strategis membangun ekosistem pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan sekolah dan masyarakat. Program ini menjadi kick off pertama yang dirancang berkelanjutan dengan konsep menyerupai Kampung Inggris di Pare, yakni melatih kemampuan bahasa Inggris lintas usia dan latar belakang.
Launching batch pertama diikuti oleh siswa SD dan SMP Sekolah Alam Muhammadiyah Martapura serta para guru di unit SD dan SMP. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 22 Februari 2026, bertempat di lingkungan Sekolah Alam Muhammadiyah Martapura.
Acara peluncuran turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar Hasbi Rivani, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Martapura 2 Herman Ariadi, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, serta Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Dalam sambutannya, Hasbi Rivani menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan program DIA. Ia berharap program ini tidak hanya diikuti oleh warga Sekolah Alam Muhammadiyah Martapura, tetapi juga dapat melibatkan guru-guru dari sekolah Muhammadiyah lainnya di Kabupaten Banjar. Menurutnya, penguatan kompetensi bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting di era globalisasi dan digitalisasi pendidikan.
Fasilitator sekaligus inisiator program, Ghazali Rahman, menjelaskan bahwa konsep Desa Inggris Almira telah dirancang sejak lama sebagai upaya membangun budaya berbahasa Inggris di lingkungan pendidikan berbasis alam. Ia menyampaikan rasa syukur karena SD dan SMP Alam Muhammadiyah Martapura memberikan dukungan penuh dan memfasilitasi pelaksanaan program ini. Ghazali juga menekankan bahwa Almira selama ini berperan sebagai ruang yang mewadahi komunitas dan perkumpulan warga Sekolah Alam Muhammadiyah Martapura untuk tumbuh bersama secara kolaboratif.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid, mengapresiasi peluncuran Desa Inggris Almira. Ia menyatakan bahwa program ini merupakan satu-satunya inisiatif lingkungan sekolah di Kalimantan Selatan yang secara khusus membangun konsep kampung bahasa, khususnya bahasa Inggris. Ia mengaku kagum karena inisiatif seperti ini telah lama diharapkan hadir di dunia pendidikan, terutama pada sekolah-sekolah yang memiliki pendekatan inovatif.
Program DIA dirancang tidak hanya sebagai pelatihan bahasa, tetapi juga sebagai gerakan budaya belajar bahasa Inggris yang terintegrasi dengan kehidupan sekolah. Ke depan, penyelenggara menargetkan program ini dapat terbuka untuk masyarakat umum sehingga terbentuk komunitas pembelajar bahasa yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan peluncuran Desa Inggris Almira, Sekolah Alam Muhammadiyah Martapura menegaskan posisinya sebagai pelopor inovasi pendidikan berbasis alam yang responsif terhadap kebutuhan global, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pengembangan komunitas belajar di Kabupaten Banjar.