leaderboard

Opini Pembaca

Opini Pembaca

MEMBENTUK BUKAN MENCARI: PWNA KALSEL GELAR RANGKAIAN LINA DAN DANA UNTUK LAHIRKAN KADER TANGGUH DI TANAH BANJAR

MEMBENTUK BUKAN MENCARI: PWNA KALSEL GELAR RANGKAIAN LINA DAN DANA UNTUK LAHIRKAN KADER TANGGUH DI TANAH BANJAR

Oleh: Wahyunah, S.Si., M.Pd — Sekretaris PWNA Kalimantan Selatan

Kurangnya kader dalam tubuh Nasyiah bukan hanya sekedar isu melainkan kejadian nyata di antara kita. Di tengah keprihatinan akan minimnya kader berkualitas yang siap memimpin dan menggerakkan roda organisasi, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Selatan tidak tinggal diam. Dengan semangat “kita bukan mencari kader, tetapi membentuk kader”, PWNA Kalsel menggelar rangkaian besar Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (LINA) dan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) tingkat wilayah dan daerah.  Sebuah proses sakral dalam perkaderan Muhammadiyah yang diamanatkan dalam AD/ART.

“Kader hebat tidak lahir begitu saja. Ia terbentuk melalui proses panjang: pendewasaan, ujian, bahkan dilematis dalam organisasi. Di situlah jiwa kepemimpinan, keikhlasan, dan keberanian dibentuk.” — Wahyunah, S.Si., M.Pd 

Acara yang digelar secara bertahap ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah gerakan strategis untuk menyelamatkan masa depan gerakan perempuan muda Muhammadiyah di Kalsel. Dimulai dari 5–7 September 2025 di BPMP Provinsi Kalsel, dilanjutkan 13 September 2025 di Kabupaten Tanah Laut, dan 20–21 September 2025 di Kabupaten Tanah Bumbu, rangkaian ini menyasar kader dari tingkat Ranting, Cabang, Daerah hingga wilayah menyusun tangga kepemimpinan yang kokoh hingga ke akar rumput. Tidak berakhir di 3 kegiatan ini PWNA Kalsel akan memotivasi agar seluruh PDNA, PCNA dan PRNA terus melakukan kegiatan perkaderan baik secara formal maupun informal untuk keberlanjutan kader Nasyiah di kemudian hari. 

Dalam AD/ART Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, disebutkan dengan tegas bahwa perkaderan adalah tanggung jawab utama. Nasyiatul Aisyiyah bukan hanya organisasi, tapi laboratorium kepemimpinan perempuan muda Islam yang mandiri, cerdas, dan berakhlak mulia. Namun, realitas di lapangan menunjukkan: kader yang siap memimpin masih sangat langka. Banyak yang punya semangat, tapi minim bekal. Banyak yang aktif, tapi belum matang secara ideologis dan organisatoris.

LINA dan DANA hadir sebagai jawaban. Bukan hanya memberi materi, tapi menguji mental, membangun karakter, dan menempa loyalitas. Peserta akan diajak merenung: Untuk apa aku di sini? Apa kontribusiku untuk umat? Siapkah aku menghadapi tekanan, kritik, bahkan pengorbanan demi amanah?

Bayangkan: seorang kader muda dari pelosok Tanah Bumbu, harus memilih antara pulang menemani ibu yang sakit atau tetap mengikuti sesi malam DANA yang membahas kepemimpinan transformatif. Atau seorang instruktur muda yang harus memutuskan: apakah ia akan memilih jalan aman atau berani mengkritik sistem yang salah demi kebaikan organisasi?

Inilah drama nyata yang terjadi di balik layar LINA-DANA. Bukan sandiwara, tapi ujian nyata. Di sinilah kader dibentuk — bukan dicetak, bukan direkrut, tapi dibentuk melalui api pengalaman.

PWNA Kalsel sadar: kader tidak bisa hanya dibentuk di tingkat atas. Harus ada kontinuitas dari ranting hingga wilayah. Maka, rangkaian ini dirancang sistematis — agar setiap jenjang saling terhubung, saling menguatkan, dan saling mengawal. Tidak ada lagi kader “jatuh dari langit”. Semua harus melalui proses — proses yang melelahkan, tapi memuliakan.

Jumlah bukan jaminan. Yang kita butuhkan adalah kader yang punya hati tulus, pikiran kritis, dan nyali besar. Kader yang siap menjadi agent of change di tengah zaman yang penuh goncangan moral dan ideologis.

PWNA Kalsel tidak main-main. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Muhammadiyah dan bangsa. Karena kader hari ini adalah pemimpin esok. Dan pemimpin esok harus dibentuk hari ini dengan darah keringat, air mata, dan doa.

Bagikan:
Administrator

Administrator

HABARMU adalah portal berita terpercaya yang menyajikan berbagai informasi terkini, akurat, dan terverifikasi kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menghadirkan berita yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga pembaca dapat memperoleh informasi yang jelas, relevan, dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan