leaderboard

Pendidikan

Pendidikan

Riset IndoStrategi Ungkap Dukungan Publik terhadap Program Prioritas Kemendikdasmen

Riset IndoStrategi Ungkap Dukungan Publik terhadap Program Prioritas Kemendikdasmen

Jakarta-Lembaga riset IndoStrategi merilis hasil Evaluasi Publik terhadap Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun 2025. Riset ini menunjukkan bahwa secara umum publik memberikan respons positif terhadap kebijakan pendidikan yang dijalankan pemerintah, khususnya pada lima program prioritas yang menjadi fokus Kemendikdasmen sepanjang tahun 2025.

Evaluasi tersebut melibatkan 510 responden yang terdiri atas guru, murid, dan orang tua dari 34 provinsi di Indonesia. Lima program yang dievaluasi meliputi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Mata Pelajaran Pilihan Koding dan Artificial Intelligence (AI), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Meski jumlah responden relatif terbatas, riset ini dinilai mampu memberikan gambaran umum mengenai tingkat penerimaan dan persepsi masyarakat terhadap kebijakan pendidikan nasional.

Hasil riset menunjukkan bahwa guru menjadi kelompok dengan tingkat kesadaran, optimisme, dukungan, dan kepercayaan paling tinggi terhadap program-program Kemendikdasmen. Guru menilai kebijakan tersebut memiliki tujuan yang baik dan relevan dengan kebutuhan peningkatan mutu pendidikan. Sementara itu, orang tua berada pada posisi menengah, di mana mereka cenderung mendukung kebijakan pemerintah, namun masih memiliki keterbatasan dalam memahami aspek teknis pelaksanaannya. Di sisi lain, murid menjadi kelompok dengan tingkat pemahaman paling rendah, terutama pada program-program yang bersifat teknis dan akademik.

Program Sistem Penerimaan Murid Baru dan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat tercatat sebagai kebijakan yang paling mudah diterima oleh publik. Kedua program ini dinilai dekat dengan kebutuhan sekolah dan kehidupan sehari-hari peserta didik. Sebaliknya, program Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI, serta Tes Kemampuan Akademik masih memerlukan penguatan sosialisasi dan pendampingan. Pada program Tes Kemampuan Akademik, misalnya, guru menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan kualitas asesmen pendidikan, namun sebagian orang tua dan murid masih menyimpan kekhawatiran terhadap dampak psikologis yang mungkin ditimbulkan.

Riset IndoStrategi juga menemukan adanya kesenjangan persepsi antara wilayah Jawa dan luar Jawa. Responden di Pulau Jawa cenderung memiliki tingkat pemahaman, optimisme, serta partisipasi yang lebih tinggi dibandingkan responden di luar Jawa. Perbedaan ini menunjukkan bahwa distribusi informasi, kesiapan infrastruktur, serta dukungan pelatihan belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan temuan tersebut, IndoStrategi merekomendasikan agar pemerintah meningkatkan komunikasi publik dan konsistensi implementasi kebijakan, khususnya melalui pelatihan guru, pendampingan teknis, serta sosialisasi yang lebih intensif kepada murid dan orang tua. Pemanfaatan media digital yang lebih ramah bagi peserta didik, seperti video pendek, animasi, dan konten edukatif interaktif, juga dinilai penting untuk memperkuat pemahaman publik. Selain itu, penguatan infrastruktur digital dan sarana prasarana sekolah dipandang sebagai langkah strategis agar program prioritas Kemendikdasmen dapat berjalan lebih efektif dan merata di seluruh daerah.

Bagikan:
Administrator

Administrator

HABARMU adalah portal berita terpercaya yang menyajikan berbagai informasi terkini, akurat, dan terverifikasi kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menghadirkan berita yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga pembaca dapat memperoleh informasi yang jelas, relevan, dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan