Aceh-Kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang mulai kembali berjalan normal setelah terdampak banjir. Meski masih terdapat beberapa sekolah yang menuntaskan pembersihan lingkungan, proses pemulihan ditargetkan rampung dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto, (26/01) mengatakan bahwa secara umum aktivitas pembelajaran sudah kembali berlangsung. Ia memastikan pembersihan sisa material pascabanjir di lingkungan sekolah terus dipercepat agar kegiatan belajar mengajar berjalan optimal.
Dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut mempercepat proses pemulihan tersebut. Kepala SDN Tanjung Binjani Kabupaten Aceh Tamiang, Rosydha Tanjung, mengapresiasi bantuan dana pembersihan sekolah yang diberikan pemerintah pusat.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri dan jajaran Kemendikdasmen atas bantuan dana pembersihan sekolah. Dana tersebut telah kami gunakan untuk membeli alat-alat kebersihan dan membiayai seluruh proses pembersihan sekolah,” ujar Rosydha.
Hal senada disampaikan perwakilan guru SDN Tanjung Binjani, Hasanah Lubis. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu warga sekolah dalam menghidupkan kembali aktivitas pembelajaran pascabanjir.
“Bantuan dana kebersihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Alhamdulillah, sekolah sudah aktif kembali seperti semula. Terima kasih kepada Bapak Menteri atas perhatian dan dukungannya,” ucap Hasanah.
Bantuan dana pembersihan sekolah dari Kemendikdasmen menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Komitmen tersebut sebelumnya disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Tamiang pada 5 Januari 2026 lalu.
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, semangat belajar mampu melampaui keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.
“Anak-anak adalah harapan Indonesia masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” tutur Abdul Mu’ti. (rilis kemendikdasmen)